- TUHAN berkata kepada Musa,
- "Dirikanlah Kemah-Ku pada tanggal satu bulan satu.
- Masukkan ke dalamnya Peti Perjanjian yang berisi Sepuluh Perintah dan pasanglah kain penudung di depannya.
- Tempatkanlah meja dengan perlengkapannya. Masukkan juga kaki lampu dan pasanglah lampunya.
- Letakkanlah mezbah emas tempat membakar dupa di depan Peti Perjanjian, dan gantungkanlah tabir di pintu Kemah.
- Letakkan mezbah untuk kurban bakaran di depan pintu Kemah.
- Taruhlah bak air di antara Kemah dan mezbah itu, lalu isilah dengan air.
- Kemudian pasanglah layar di sekeliling pelataran Kemah, dan gantungkan tirai pintu gerbang pelataran.
- Kemudian Kemah dan segala perlengkapannya harus kaupersembahkan kepada-Ku dengan cara meminyakinya dengan minyak upacara, maka semua itu dikhususkan untuk Aku.
- Persembahkanlah mezbah dan segala perlengkapannya dengan cara itu, supaya seluruhnya dikhususkan untuk Aku.
- Buatlah begitu juga dengan bak air dan alasnya.
- Sesudah itu, suruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah dan membasuh diri.
- Kenakan pakaian imam pada Harun, dan minyakilah dia supaya ia dikhususkan untuk melayani Aku sebagai imam.
- Lalu suruhlah anak-anaknya mendekat, dan kenakanlah kemeja pada mereka.
- Lalu minyakilah mereka seperti kauminyaki ayah mereka, supaya mereka pun dapat melayani Aku sebagai imam. Dengan upacara minyak itu, suku mereka turun-temurun memegang jabatan imam."
- Musa melakukan segalanya seperti yang diperintahkan TUHAN.
- Maka pada tanggal satu bulan satu dalam tahun kedua sesudah bangsa Israel meninggalkan Mesir, Kemah TUHAN itu dipasang.
- Musa meletakkan alas-alasnya, mendirikan rangka-rangkanya, memasang kayu-kayu lintangnya, dan menegakkan tiang-tiangnya.
- Lalu dibentangkannya atap Kemah dengan tutup bagian luar di atasnya seperti yang diperintahkan TUHAN.
- Kemudian kedua batu itu dimasukkannya ke dalam Peti Perjanjian. Lalu Musa memasang tutup Peti itu dan memasukkan kayu pengusungnya ke dalam gelangnya.
- Lalu ia menaruh Peti itu di dalam Kemah dan menggantungkan kain penudung di depannya, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya.
- Kemudian Musa menempatkan meja di dalam Kemah, di bagian utara sebelah luar kain,
- lalu di atas meja itu diletakkan roti sajian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
- Kaki lampu diletakkannya di dalam Kemah, di bagian selatan, berhadapan dengan meja itu,
- lalu, lampu-lampu itu dinyalakannya di hadapan TUHAN.
- Mezbah emas ditempatkannya di dalam Kemah, di depan kain,
- lalu dibakarnya dupa harum seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
- Musa menggantungkan tirai pintu Kemah,
- dan di depan pintu itu ditaruhnya mezbah untuk kurban bakaran. Di atas mezbah itu dipersembahkannya kurban bakaran dan kurban sajian.
- Bak perunggu ditaruhnya di antara Kemah dan mezbah, lalu diisinya dengan air.
- Musa, Harun dan anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka di situ,
- setiap kali mereka masuk ke dalam Kemah TUHAN atau mendekati mezbah.
- Di sekeliling Kemah dan mezbah itu Musa memasang layar, lalu ia menggantungkan tirai pintu gerbang pelataran. Maka selesailah semua pekerjaan itu.
- Kemudian turunlah awan menutupi Kemah TUHAN, dan Kemah itu penuh dengan cahaya kehadiran TUHAN.
- Oleh karena itu Musa tak dapat masuk ke dalam Kemah itu.
- Setiap kali awan itu naik dari atas Kemah TUHAN, bangsa Israel membongkar perkemahan mereka untuk pindah ke tempat lain.
- Tetapi kalau awan itu tidak naik, mereka tidak berangkat dari situ.
- Selama bangsa Israel mengembara, TUHAN ada di Kemah itu dalam rupa awan pada waktu siang dan dalam rupa api pada waktu malam.
Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) : Keluaran : 40